Skip to main content

Posts

Beriman Kepada Kitab - Kitab Allah

Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah   I. Definisi S ecara bahasa, "kutub" adalah bentuk jamak dari, "kitab". Sedangkan kitab adalah masdar yang digunakan untuk menyatakan sesuatu yang ditulisi di dalamnya. Ia pada awalnya adalah nama shahifah (lembaran) bersama tulisan yang ada di dalamnya.   Sedangkan menurut syari'at, "kutub" adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada rasul-Nya agar mereka menyampaikannya kepada manusia dan yang membacanya bernilai ibadah.   II. Beriman Kepada Kitab-Kitab   Beriman kepada kitab-kitab Allah adalah salah satu rukun iman. Maksudnya yaitu membenarkan dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT mempunyai kitab-kitab yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya dengan kebenaran yang nyata dan petunjuk yang jelas. Dan bahwasanya ia adalah kalam Allah yang Ia firmankan dengan sebenarnya, seperti apa yang Ia kehendaki dan menurut apa yang Ia ingini.   Allah berfirman dalam Surah An-Nahl : 2 yang artinya   "Dia menurunkan para malaikat ...

Beriman Kepada Yang Gaib

Iman Kepada Yang Ghaib   P engertian Dan Pengaruhnya Dalam Aqidah Seorang Muslim   1. Iman Kepada Yang Ghaib   Ghaib adalah kata mashdar yang digunakan untuk setiap sesuatu yang tidak dapat diindra, baik diketahui maupun tidak. Iman kepada yang ghaib berarti percaya kepada segala sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra dan tidak bisa dicapai oleh akal biasa, akan tetapi ia diketahui oleh wahyu yang diterima oleh para nabi dan rasul.   Iman kepada yang ghaib adalah salah satu sifat dari orang-orang mukmin. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah : 1-3 yang artinya:   "Alif laam miim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka."   Ada dua pendapat tentang makna iman tersebut:   a. Bahwasanya mereka mengimani segala yang ghaib yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra (dan akal), yai...

Beriman Kepada Malaikat

Beriman Kepada Malaikat   I. Definisi Malaikat M enurut bahasa "malaikah" bentuk jama' dari "malak". Konon ia berasal dari kata "alukah" (risalah), dan ada yang menyatakan "la aka" (mengutus), dan ada pula yang berpendapat selain dari keduanya. Adapun menurut istilah, ia adalah salah satu jenis makhluk Allah yang Ia ciptakan khusus untuk taat dan beribadah kepad-Nya serta mengerjakan semua tugas-tugas-Nya. Sebagaimana dijelaskan Allah dalam firman-Nya dalam Surah Al-Anbiya' : 19 - 20 yang artinya :   "Dan kepunyaan-Nya lah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) mereka letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya".   Dan dalam Surah Al-Anbiya' : 26 - 27 yang artinya :   "Dan mereka berkata, 'Tiada yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak', Mahasuci Allah. Sebenarnya (malaikat...

Dampak Maksiat Terhadap Iman

Iman dan Islam     Dampak Maksiat Terhadap Iman   M aksiat adalah lawan ketaatan, baik itu dalam bentuk meninggalkan perintah maupun melakukan suatu larangan. Sedangkan iman, sebagaimana telah kita ketahui adalah 70 cabang lebih, yang tertinggi adalah ucapan 'laa ilaaha illallah' dan yang terendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan. Jadi cabang-cabang ini tidak bernilai atau berbobot sama, baik yang berupa mengerjakan (kebaikan) maupun meninggalkan (larangan). Karena itu maksiat juga berbeda-beda. Dan maksiat berarti keluar dari ketaatan. Jika ia dilakukan karena ingkar atau mendustakan, maka ia bisa membatalkan iman. Sebagaimana Allah SWT menceritakan tentang Fir'aun dengan firman-Nya dalam Surah An-Nazi'at 21 yang artinya:   "Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai."   Dan terkadang maksiat itu tidak sampai pada derajat tersebut sehingga tidak membuatnya keluar dari iman, tetapi memperburuk dan mengurangi iman. Maka siapa yang melakukan dosa besar...

Beriman Kepada Allah

Beriman Kepada Allah   Y aitu keyakinan yang sesungguhnya bahwa Allah adalah wahid (satu), ahad (esa), fard (sendiri), shamad (tempat bergantung), tidak mengambil shahibah (teman wanita atau istri) juga tidak memiliki walad (seorang anak). Dia adalah pencipta dan pemilik segala sesuatu, tidak ada sekutu dalam kerajaan-Nya. Dialah Al-Khaliq (yang menciptakan), Ar-Raziq (Pemberi Rizki), Al-Mu'thi (Pemberi Anugerah), Al-Mani' (Yang Menahan Pemberian), Al-Muhyi (Yang Menghidupkan), Al-Mumit (Yang Mematikan) dan yang mengatur segala urusan makhluk-Nya.   Dialah yang berhak disembah, bukan yang lain, dengan segala macam ibadah, seperti khudhu' (tunduk), khusyu', khasyyah (takut), inabah (taubat), qasd (niat), thalab (memohon), do'a, menyembelih, nadzar dan sebagainya.   Termasuk beriman kepada Allah adalah beriman dengan segala apa yang Dia kabarkan dalam kitab suci-Nya atau apa yang diceritakan oleh Rasul-Nya SAW tentang Asma' dan sifat-sifat-Nya dan bahwasanya Dia t...

Pengertian Iman Dalam Islam

Makna Iman   Definisi Iman, M enurut bahasa iman berarti pembenaran hati. Sedangkan menurut istilah, iman adalah : "Membenarkan dengan hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan dengan anggota badan." Ini adalah pendapat jumhur. Dan imam Syafi'i meriwayatkan ijma' para shahabat, tabi'in dan orang-orang sesudah mereka yang sezaman dengan beliau atas pengertian tersebut.   Penjelasan Definisi Iman,   "Membenarkan dengan hati" maksudnya menerima segala apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW. "Mengikrarkan dengan lisan" maksudnya, mengucapkan dua kalimat syahadat, syahadat Laa Ilaah Illallahu wa anna Muhammadan Rasulullah (Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah). "Mengamalkan dengan anggota badan" maksudnya, hati mengamalkan dalam bentuk keyakinan, sedangkan anggota badan mengamalkan dalam bentuk ibadah-ibadah sesuai dengan fungsinya. Kaum salaf menjadikan amal termasuk dalam pengertian ima...

Dalil Yang Dipakai Oleh Ahlu Sunnah

  Dalil-dalil Ahlus Sunnah   A hlus Sunnah berhujjah dengan dalil-dalil yang banyak sekali dari Al-Qur'an dan Al-Hadits, diantaranya:   1. Firman Allah Swt dalam Surah Al-Hujurat : 9-10 yang artinya :   "Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil. Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat."   Segi Istidlal (pengambilan dalil)nya: Allah tetap mengakui keimanan pelaku dosa peperangan dari orang-orang mukmin dan bagi para pembangkang dari sebagian golongan atas...